Minggu, 15 Juli 2012

Cerita Seks | Awalnya dari servis AC


Cerita Seks - Aku tinggal disatu rumah besar yang dijadikan kantor, karyawannya lumayan banyak, selain staf admin, ada juga petugas luar, sopir dan satpam. Karena rumahnya besar makan ruangannya cukup banyak sehingga lega sekali kantornya. Tugasku adalah membersihkan kantor sebelum jam kerja serta merapikan kantor setelah karyawan pulang, menyiapkan minuman, membelikan makan siang dan aku juga dipasrahi beberapa kerjaan admin ringan termasuk merawat ac yang jumlahnya cukup banyak. Setiap ruang ada ac nya, malah di ruang yang besar dipasangi 2 ac sehingga hawanya cukup sejuk. Yang setiap hari ada di kantor adalah staf admin, petugas luar ya tugasnya keliling ke customer, menagih dan mengirimkan surat/dokumen penting. Sopir hanya melayani ownernya, sedang satpam sebenarnya kerja dirumah owner, sehingga sore pulang ke rumah owner. Jadi praktis malem aku sendiri, baiknya di kantor ada tv besar dan juga dvd player. Kadang staf admin meminjami aku beberapa film baru, gak tau mereka dapetnya dari mana, masi di bioskop dah ada dvdnya, sehingga gak usah keluar duit nonton di bioskop. 

Satu hari ada seorang bapak2 mampir ke kantor, dia penghuni komplex itu juga,cuma didaerah yang baru dibuka sehingga letaknya dibagian belakang komplex, lumayan jauh si kalo harus jalan kaki. Dia nawarin untuk merawat ac kantor, kebetulan harganya lebi murah dari harga servis ac yang biasanya dipake. Bos setuju, ya udah trial dulu, free of charge. Pada hari yang disepakati, si bapak dan beberapa teknisinya datang untuk servis ac, kerjanya cekatan sekali, cepat dan tidak meninggalkan kotoran apa2 di ubin rumah. Bos puas, palagi akukarena biasanya kalo servis ac aku harus mengepel lantai sekitar ac yang di servis, sehingga karena ac nya banyak, ya praktis seluruh lantai harus dipel ulang. Aku senang sekali ketika bos setuju untuk menggunakan jasa si bapak itu. Si bapak pun senang karena trialnya berbuntut order secara berkala untuk servis ac dirumah. Dia terima kasih2 terus ma aku. Setelah kerjaan servis ac yang kedua (yang pertama yang trial dan free itu) Si bapak ngajakin aku makan, sebagai ucapan terima kasih.

 Kebetulan saat itu Jumat sore, dimana esoknya kantor tutup, jadi aku bebaslah. Si bapak minta aku manggil mas .... (nama gak perlu disebut kan). Aku diajaknya makan di restoran sunda di mal yang ada deket komplex kami. Dia memujiku terus, "Nes, kamu tu cantik, sexy, kok kerjanya cuma penunggu rumah sih". "Halus dong Ines mas". "Kok halus", tanyanya gak ngerti. "Iya penunggu rumah kan mahluk alus mas". "Wah kalo yang alus sesexy kamu, mau deh rumahku ditungguin juga". "Mangnya rumah mas gak ada yang nunggu, keluarganya?" "aku gak punya keluarga Nes, dah pisah ma itri, anak belon punya", "Jadi tinggal sendiri". "Iya, makanya aku buka servis ac biar rumah gak sepi". "Kantornya dirumah mas yang dibelakang itu ya". "Iya". "Rumah di belakang besar2 ya mas". "Gak sebesar rumah kantormu itu". "Tapi ukurannya lebih besar kan dari rumah standard yang didepan". "Iya, kok rumah kantormu tu bisa besar banget". "Terang aja besar, itu kan 2 rumah disatuin". "Pantes". "Ya gak apalah, jadikan acnya banyak, jadi aku dapet ordernya lah". "Kok mas tau sih di tempat Ines acnya banyak". "aku kan dah survei seluruh komplex". "Banyak kok yang mo jadi langgananku, lumayan lah, sampe kadang2 orderannya bentrok waktunya". "Makanya teknisinya banyak ya mas". "Iya itu baru ditambah karena ternyata ordernya numpuk". "wah asik dong mas, tinggal mungutin duitnya". "Kamu mo bantuin aku, ngurusin kerjaan aja, terima order, ngatur teknisi kemana aja, soale aku mo garap juga komplex tetangga kita, gak ketanganan kalo aku sendiri. Kamu disini tinggal didalem ya". "Iya mas". "Ya deh tempatku juga tinggal ma aku". "Wah kumpul kebo dong". "Gak apa deh, aku yang jadi kebonya", candanya. Menyenangkan sekali ngobrol ma dia, orangnya humoris banget, dah gitu ganteng dan badannya atletis, tipeku banget. "Mas suka olahraga ya". 

"Iyalah, jaga stamina, biar gak gampang sakit". "Fitnes ya mas". "Kok kamu tau sih". "Iya bodi mas kan kenceng banget". "Bodi kamu juga kenceng". "ah biasa aja kok". "Kenceng banget, kamu tu imut tapi modalnya gede, kenceng lagi". "Modal apaan mas". "Modal itu yang goyang kalo kamu jalan, tanganku mau kok disuru jadi shock breakernya". "Ih si mas, maunya". "Ya maulah, kalo boleh". Pembicaraan mulai menjurus. Memang tubuhku tergolong kurus tapi toketku lumayan gede, sehingga kelihatan menonjol sekali didadaku. Pesanan makanan dah dateng, jadi kamu santap malam sambil terus ngobrol kesana kemari. "Mas kok pisah si, gak puas ya ma istriny". "Gak cocok aja, mangnya kenapa kalo aku gak puas. Kamu mo muasin aku". "Lo kok Ines sih yang mesti muasin mas". "Makanya Nes, kamu bantuin aku kerja ja, tinggal ma aku, jadi kamu, eh salah, kita bisa berbagi kepuasan. apa mo trial dulu". "Gak tauh ah", aku pura2 cemberut. "Kamu kalo cemberut makin cantik deh, makin ngegemesin, jadi pengen ngemut bibir kamu deh". "Mas ngomongnya menjurus amir sih". "Kok amir". "Iya amat lagi pulkam mas". Kembali kami tertawa berderai. Karena disertai ngobrol dan canda tawa, makan malemnya jadi berkepanjangan, tapi akhirnya abislah semua makanan yang sudah dipesan."Nes, mo minum yang anget2 sebagai penutup". "apaan tu mas". 

"Disini ada minuman anget khas sunda, bandrek, enak". "Boleh deh mas". Dia memesan bandrek untuk kami berdua. Karena panas, bandreknya kuminum dikit2, sambil terus ngobrol ma dia, kringeten juga karena bandrek panas segelas itu, tapi rasa kekenyangannya ilang, itu khasiat jahe katanya. Karena dah cukup malem, dia mengajakku ke rumahnya, "ngobrol di rumahku aja ya, dari pada kamu bengong sendirian". "Terus urusan saling memuaskan ya mas". "Yuk, kamu mau kan". Gak kujawab, aku cuma senyum ja. Wah asik juga neh kalo dia ngajakin maen. Aku si mau aja kalo dia ngajakin, kebetulan dah lama juga neh aku gak keisi benda besar panjang keras yang bisa nembak. Dia mengganti pakean dengan celana pendek dan kaos saja. "Nes, kamu bisa mijit, badanku pegel2 nih", pintanya. "Bisa mas dikit2 tapi ya tidak seahli tukang pijit beneran", jawabku. "Emangnya ada tukang pijit boongan", godanya sambil mengajakku masuk kamarnya. Aku jadi menebak2 dia pengen dipijit atau mijit aku nih, tapi kuturuti ajakannya masuk kamarnya. Dia berbaring telungkup di ranjang dan aku mulai memijit kakinya, mulai dari telapak kaki sampai ke paha. Otot kaki dan pahanya keras, hasil sering berolahraga. Aku sengaja memijat bagian paha sebelah dalam, sekalian untuk ngetes dia punya udang dibalik bakwan gak. “ Aduh Nes enak tapi geli,” katanya setiap kali kusentuh paha sebelah dalam. Dia mengangkangkan pahanya dan sesekali kusenggol selangkangannya, terasa ada sesuatu yang keras didalamnya. Rupanya dia udah mulai terangsang dan ngaceng. Pijatan beralih ke pantat dan punggungnya. Bagian ini masih tertutup celana pendek dan kaosnya. "Mas enaknya kaosnya dibuka deh supaya mijetnya bisa tuntas", kataku dan dia langsung melepas kaosnya dan kembali telungkup. Punggungnya juga berotot. Pijatanku mulai dari bagian bahu. Aku mengambil posisi mengangkangi badannya. Setelah bahu dan punggung, kini pijatanku mengarah ke bongkahan pantatnya. Mulanya aku memijat dari luar celananya, tapi gak bisa tuntas. "Mas, celananya mengganggu nih", kataku.

 "Dilepas aja ya Nes", jawabnya sambil langsung melepas celana pendeknya. Sekelebat tampak k ontolnya menonjol sekali dibalik cdnya, kelihatannya besar dan panjang dan sudah keras sekali. Dia kembali menelungkup. Pijatan mulai mengeksploitir bagian pantat dan pangkal paha. Jariku memijit belahan pantatnya dan hampir menyentuh biji pelernya. Dia sepertinya tidak perduli dengan jamahanku. Selesai dengan pantatnya, aku minta dia telentang. Benar penglihatanku, k ontolnya besar dan panjang sampai kepalanya nongol dari bagian atas cdnya. "Ih mas ngaceng ya", kataku manja sambil menduduki k ontolnya. Terasa sekali k ontol itu mengganjal pantatku. Aku mulai lagi dari bahu, untuk melemaskan bagian itu. Perlahan-lahan lalu turun ke bawah kedadanya. Dia hanya tersenyum saja memandangi wajahku. "Kamu cantik sekali Nes", katanya merayu, sepertinya dia sudah tidak bisa mengendalikan napsunya. Aku sengaja menggeser2 pantatku di k ontolnya. Pentilnya tampak mengeras, dan sesekali kupilin. Aku minta dia menarik nafas ketika kupilin pentilnya lalu pelan-pelan menghembuskannya. "Nes", lenguhnya. "Kenapa mas, sakit ya pijitan Ines". "Enggak sakit kok Nes, merinding semua badanku". Setelah puas memlintir pentilnya aku mulai turun ke perut. Perutnya kencang dan tidak berlemak, kepala k ontolnya yang nongol dari atas cdnya seakan mengundangku untuk meremasnya. Aku juga terangsang melihatnya. Aku lalu menekan bagian bawah perutnya untuk kosorong keatas. Dari perut aku mulai menelusur bawah sampai menyentuh kepala k ontolnya. 

Dia memejamkan mata sementara aku terus memijit lembut dipangkal paha sampai keselangkangannya sambil sesekali menyenggol k ontolnya dengan menggosokkan punggung tangannya kek ontolnya. "Nes, kamu udah sering ngeliat k ontol ya", katanya to the point. Aku kaget juga atas pertanyaannya. "Belum mas, baru pertama kali ini, besar ya", kataku berbohong. "Kalau mau liat, turunin aja cd ku", katanya lagi. Perlahan jari kuselipkan di karet cdnya dan menurunkan cdnya perlahan2 sampai lepas. Nongollah k ontolnya yang berdiri tegak, besar dan panjang dengan bulu rambut yang lebat bersambung sampai kepusar dan dada. "Pegang" katanya singkat dan akupun menuruti sambil mengusap pelan-pelan. Tangannya mulai berkeliaran, membuka baju kaosku, bra kemudian celanaku. Tinggal CDku yang belum kulepas. Aku dibaringkannya dan kemudian dia melumat bibirku, dan terus menjilat sampai ke toketku yang besar dengan pentil yang merah coklat. Saat dia mengulum toketku, aku mulai menggelinjang apalagi jarinya mulai menerobos CDku dan dengan lembut menggosok bibir n onokku. Aku bergetar sambil berdengus pendek "uuh..uuhh..". CDku kemudian dilorotkan dan dibukanya pahaku lebar-lebar. Dia tertegun melihat bibir n onokku yang tipis memerah yang diselimuti jembut yang lebat.

 "Nes, jembut kamu lebat sekali ya. Pasti napsu kamu besar ya. Kamu pernah nge ntot Nes", tanyanya. Aku diem saja karena sudah sangat terangsang akibat jilatannya diselangkangku. "Mas", aku mendesah ketika lidahnya mulai beroperasi ketengah-tengah n onoknya. Gerakan refleksku menarik paha keatas dan posisi yang kian membuka menambah leluasa lidahnya bekerja lebih dalam ken onoknya. Cairan n onokku mulai tumpah membuat dia tambah ganas, dan mulai menyedot keras i tilku. Ujung lidahnya bermain lincah, dalam, menelusuri menggesek permukaan dalam n onokku membuat aku tambah bergetar menahan rangsangan kenikmatan. "Uh..uuhh.." eranganku tambah keras dan pahaku menjepit keras kepalanya dengan kaki yang melingkar kepunggungnya. Dia memutar tubuhnya pelan sambil terus menyedot n onokku. Posisi 69, aku disuruhnya mengulum kepala k ontolnya yang besar itu. Lidahku mulai bermain diantara belahan kepala k ontolnya. Kami berpacu terus dengan posisi 69 sampai "maas...uuuuhhhh..", badanku menggelinjang hebat sambil mengerang keras dengan suara tertahan karena kepala k ontolnya masih terbenam dalam mulutku. Aku dah nyampe dan kulepaskan k ontolnya dari mulutku. Dia masih telentang dengan k ontolnya masih tegak karena belum tuntas. Dia menyuruhku naik keatas perutnya. "Mas, Ines belum pernah", kataku berbohong lagi. "Ayo aku ajarin", jawabnya. Dia berbaring dengan bantal 3 susun dipunggung dan kepalanya sambil menyuruh aku duduk diatas k ontolnya yang sengaja diposisikan kearah pusar. 

Aku duduk mengangkang dengan bibir n onok menempel di k ontolnya, aku mulai menggerakan pantatnya maju mundur perlahan. "Ah..nikmatnya Nes, aku masukin ya.." gumamnya sambil menahan kenikmatan karena goyangan pantatku. Beberapa saat kurasa cairan n onokku mulai mengalir membasahi k ontolnya, aku makin terangsang. Gesekanku makin menggila membuat aku tersentak-sentak saking nikmatnya. Dia mulai meremas2 toketku yang montok. "Isap ..mas" dan dia melengkungkan badannya berusaha mengulum toketku. "Uuuhhh..uuuuhhh.., terussss maas..."pintaku sambil bertambah cepat menggesek n onokku kek ontolnya. Lebih dari 15 menit kemudian aku mengerang tersendat kenikmatan. Dia tau aku akan nyampe lagi, "Ayo putar badanmu" dan secepatnya aku berbalik dengan n onokku menantang didepan mulutnya. Dia menarik pantatku dan lagi-lagi disedotnya bibir n onokku sambil sesekali lidahnya dijulurkan mengilik i tilku. k ontolnya terbenam lebih dari separuh dimulutku, kepalaku turun naik mengocok k ontolnya dalam mulutku. Erangan tertahan dan desahan kenikmatan mengiringi puncak permainan. Tiba-tiba aku menekan pantatku kuat-kuat kemulutnya sambil mendesah panjang dengan k ontolnya dimulutku ..."Maas..ooohh". 

Diapun demikian, dikepitnya kepalaku dengan kakinya dan creet..creet..creeettt... pejunya ngecret semuanya dimulutku. "Mas, belum dimasukin udah nikmat gini ya, apalagi kalo dimasukin", desahku. "Kamu mau dimasukin Nes, udah pernah belon, kayanya sih udah ya", jawabnya. "Sama siapa Nes, tapi itu gak penting deh, gak usah dijawab", katanya lagi. "Yang penting malem ini kita berbagi kepuasan ya". aku mulai bergerak menempel kebadannya. Dia mengulum bibirku dengan lembut sambil tangannya mulai bergerak dengan sentuhan halus ke toketku. Aku menggelinjang saat dia mulai agresif memainkan pentilku. "Ayo mas..gesek lagi ya..!" pintaku bernafsu. Aku mencium dan menjilati jari-jarinya. Kemudian dia melepaskan tangannya dari ciumanku dan kembali meremas toketku. Dipilinnya pentilku secara bergantian. Aku makin menggeliat karena napsuku sudah memuncak.

 Tangannya kutarik menjauh dari toketku. Kubawa ke arah perutku. Segera dia mengilik2 puserku sampai aku menggeliat kegelian, "Mas geli". Tangannya segera menyusup ke bawah dan menemukan jembutku. Jangkauannya kini maksimal, padahal target belum tercapai. Aku menaikkan badanku sedikit dan kini jari-jarinya bisa mencapai belahan n onokku. n onokku basah, sehingga jari tengahnya dengan mudah menyusup ke dalam dan menemukan i tilku yang sudah mengeras. Dia lalu memainkan jari tengahnya. Pinggulku mengikuti irama sentuhan jari tengahnya. Aku menggelinjang. k ontol besarnya sudah tegak dengan kerasnya. "Mas, hebat ih, dah ngaceng lagi, padahal belon lama ngecret di mulut Ines". Dia berbaring dengan 2 bantal susun dipunggungnya. Aku menunduk mengulum kepala k ontolnya. Hanya sebentar karena dia menyuruhku menduduki k ontolnya yang lagi-lagi melipat kearah pusar dengan posisi membelakangi dia.

 Aku mulai bergerak pelan memaju-mundur pantatku untuk menggesekkan n onokku ke k ontolnya. Tangannya dari belakang mulai beraksi memijit-mijit toketku. Aku menjadi sangat liar, menggeliat sambil tak henti-hentinya mendesah kenikmatan. Gerakan dan sentakanku makin cepat dan keras sampai suatu saat kuundurkan pantatku agak kebelakang dan k ontolnya lepas dari jepitan bibir n onokku. k ontolnya yang agak terangkat sudah berhadapan dengan bibir n onokku yang basah itu dan....bleeessss..kepala dan separuh k ontolnya yang tegang keras itu amblas kedalam n onokku. "Maas", seruku. "Kenapa Nes, sakit", tanyanya. Aku hanya menggelengkan kepala, bukannya sakit tapi nikmat banget. Sesek rasanya n onokku kemasukan k ontolnya yang besar banget itu. n onokku berdenyut mencengkeram k ontolnya, giliran dia yang mendesis, "Nes, nikmat banget n onokmu, bisa ngemut k ontolku". Dia membalikkan badanku dan sehingga aku terlentang. Dia menundukkan mukanya dan mengulum bibirku sambil menggeser badannya keatas. Dengan pelan ditusukkannya k ontolnya ken onokku. Diteruskannya dorongannya dan kepala k ontolnya mulai memaksa menerobos masuk keliang n onokku. 

"Ouuhh.." kembali aku melenguh. Dikocoknya k ontolnya pelan sehingga kian dalam memasuki n onokku. Pelan tapi pasti dan akhirnya kurasakan seluruh n onokku penuh terisi k ontolnya. n onokku yang sudah basah itu masih terasa sempit buatnya, "Nes, sudah basah gini masih sempit aja n onokmu, nikmat banget deh, mana terasa banget empotannya. Terus diempot ya Nes". Dihunjamkannya lagi k ontolnya, walau terasa sangat sesak tapi nikmat, Ooohhh..." aku mulai menggeliat, kaki kuangkat, melingkar kepahanya sementara kepalaku terangkat, mendongak kebelakang dengan mataku membelalak. Tangannya bereaksi cepat, toketku diremas pelan sembari pentilnya dipijit, membuat aku makin menggila, berdesah panjang kenikmatan, "uhhh, peluk Ines mas". Dirapatkannya badannya kebadanku dan aku merangkul ketat punggungnya. Goyangan pantatnya turun naik makin cepat sehingga bersuara "plook..ploook" karena begitu banyak cairan yang mengalir dari n onokku. Dia kemudian mengganti posisi. Aku disuruh nungging dengan posisi pantat sedikit terangkat, kaki mengangkang. Digesekkannya kepala k ontolnya ke bibir n onoknya beberapa saat, baru dihunjamkannya pelan. Doggy Style ! "Maas", erangku ketika kepala k ontolnya mulai menekan dan menerobos masuk ke liang n onokku. Baru setengah k ontolnya masuk, "Aaauuhhh...." mataku terbelalak saking nikmatnya. Kemudian dia mulai mengocok k ontolnya keluar masuk n onokku. Aku kembali mengelinjang, menahan enjotan pantatnya. Terasa k ontolnya makin keras dan kepalanya makin membesar karena gesekan di dinding n onokku. 

"Ooohhh..oooohhhh" gumamku, karena dia mempercepat enjotannya. Tiba-tiba dia menahan gerakan pantatnya, ditariknya keluar sehingga hanya sebagian k ontolnya yang masih terbenam lalu disentakkannya cepat dengan gerakan pendek, kemudian ditekannya rapat kepantatku hingga semua k ontolnya tertanam dalam n onokku, lalu dibuatnya gerakan memutar. Otomatis kepala k ontolnya berputar bak bor mengesek ketat dinding n onokku. "uaahhh....terus mas...enaaakkk!" desahku. Tidak puas hanya menikmati putaran "bor" nya, aku ikut mengenjot keras pantatku ke belakang dan... "uuhhh..uuuhhh" kami berdua sama-sama mengerang nikmat. Selang lebih dari 20 menit kami berpacu dengan posisi demikian, aku makin keblingsatan dengan erangan-erangan tak keruan. Dia tahu kalau aku sudah akan nyampe. Aku masih dalam posisi telantang. Paha ku terbuka lebar dan bibir n onok ku sedikit membuka setelah disodok k ontolnya sejak tadi. Kini dia mulai membungkuk diatas badanku dan dengan tangan kiri menopang badannya, tangan kanannya menuntun k ontolnya kearah bibir n onokku. "Ayo..masukin mas..!" pintaku. Kepala k ontolnya mulai menghunjam. "Aaahhhh..!" erangku saat seluruh k ontolnya disodok masuk dan mulai dikocok turun naik langsung dengan frekuensi tinggi dan cepat. "Ah..ah..ah..ah." aku tiada hentinya melenguh, badanku menggeliat dengan kepala sebentar naik sebentar turun menahan geli dan nikmat yang amat sangat.

 Dia terus mengocok dengan kecepatan tinggi dan menggila. Kenikmatanku sudah memuncak. "Auuuh..m..m.." tanganku melingkar ketat dipunggungnya dengan paha dan kakiku ikut membelitnya. "Tahan dikit Nes..!" bisiknya dikupingku sambil mempercepat sodokannya. "Aaaahhhhhhh..!" aku menjerit panjang, kukuku serasa menembus kulit punggungnya, mengiringi puncak kenikmatankua. Berbarengan dengan lenguhan panjang, dia menyodok keras k ontolnya ke n onokku diimbangi dengan goyangan kencang pantatku yang berusaha mengapung keatas, Otot-otot bibir n onokku serasa berdenyut-denyut seperti meremas-remas k ontolnya. Crreeeettt...pejunya ngecret didalem n onokku, hangat, membuat aku merem melek sejenak. Kami berdua sama-sama nyampe. "Oh Nes, puas sekali nge ntot denganmu..!" desahnya. "Kamu udah pengalaman ya Nes, ngeladenin lelaki". Kami masih berpelukan sebentar dengan k ontolnya masih terbenam di n onokku, berciuman. "Gimana rasanya Nes?." tanyanya saat berdua dikamar mandi. "Mmmm..enak banget mas, k ontol mas kerasa sekali ngegesek n onok Ines, besar soalnya sampe n onok Ines sesek jadinya" jawabku sambil tersenyum. Kami saling membersihkan diri. Dia meremes2 toketku dan menggosok pelan n onokku, sedang aku mengocok2 k ontolnya yang sudah melemas. Selesai mandi, kami nonton film BF diranjang.

 dia pasang di dvd. Aku mengocok2 k ontolnya dengan cepat dan keras, sebentar saja sudah ngaceng lagi. "Mas kuat banget ya, dah ngecret 2 kali, sbentar aja udah ngaceng lagi", kataku. "Abis dikocok sama kamu sih, mau lagi ya Nes". "Iya mas, Ines kepingin disodok k ontol mas lagi". Ketika mengocok2 k ontolnya aku terangsang juga, n onokku sudah basah lagi, apalagi ketika ngocok k ontolnya, dia ngitik2 i tilku. Dia telentang dan aku menaiki tubuhnya. Dengan posisi setengah merayap, aku menjilati mulai dari bawah k ontolnya keatas, berputar sejenak di celah kepala k ontolnya kemudian mulai dengan mengulum lembut sambil mulutku turun naik mengocok k ontolnya. "ohhhh...ooouuuhhh", gilirannya bergumam tidak jelas. Puas mengocok k ontolnya dengan mulutku, aku langsung duduk diatas perutnya dan kuarahkan k ontolnya kebibir n onokku yang sudah basah. "Aaaahhhh...!" desahku sambil mencengkeram dadanya ketika k ontolnya amblas kedalam liang n onokku dengan mulus. Kocokan demi kocokan dipadu goyangan pantatku membuat kami berdua sama-sama merem melek dengan desahan-desahan panjang berulang-ulang. Dengan k ontol yang masih menancap ketat pada n onokku, dia memintaku menurunkan badanku kebelakang sambil kedua tanganku bertopang kebelakang, dia menyodokkan pantatnya kedepan.

 Luar biasa...k ontolnya seolah-olah tertarik kalau pantatnya bergerak kebelakang dan seperti mau patah bila ia menyodok kedepan, terjepit rapat diantara bibir n onokku. Dengan kepala mendongak kebelakang kadang terangkat, aku makin gila menggoyang pantatku, "Uuuhhh...ngghhh..!" erangku tidak jelas. Cairan pelicin n onokku meleleh hangat sampai kebawah k ontolnya. "Hhuuu....huuuu...huuuuuu!" aku kian ganas dan seketika merubah gayaku, duduk diatas pangkal pahanya dengan k ontol tetap tertancap din onokku, hanya pantatku saja yang bergerak maju mundur dengan cepat. k ontolnya terasa berdenyut-denyut dicengkeram bibir n onokku. Bercampur aduk rasa nikmat yang kudapat dari permainan ini. "Maas....ngghhh..!" aku sudah mendekati puncaknya. "Remes toketku...mas!" pintaku sambil menarik tangannya. Diremasnya toketku, kian kuat remasannya makin kuat sentakan pantatku dibarengi dengusan napasku yang memburu.

 "Aaaaaaahhhhhh..!" aku menyentak dengan histeris beberapa saat dan kemudian terdiam, roboh keatas badannya dengan jari tanganku mencengkeram kuat kedadanya menimbulkan merah goresan kuku yang panjang. "Nikmat ya Nes", katanya tersenyum melihat badanku yang terkulai lemas menindih tubuhnya. "Aku akan membuatmu lebih puas, sayang!". "Ines capek...tapi..mas belum ngecret ya", kataku seraya beringsut turun dari atas badannya dan telentang pasrah. Dia mengambil handuk basah dan melap bibir n onokku dengan lembut. Aku tersenyum sambil mengepitkan pahaku. Gantian aku membersihkan k ontolnya yang tetap ngacung dengan keras. Dia memelukku dan mulai menggeluti tubuhku lagi. Bibirku dikulumnya dengan nafsu, turun kebawah dijilatinya pentilku. Aku menggelinjang pelan, dia meneruskan permainannya meraba bibir n onokku menyentuh i tilku dan digesek pelan. Kedua pahaku terbuka lagi dan untuk kedua kalinya n onokku basah. Dia gak bisamenguasai nafsunya lagi, dengan cepat berlutut diantara kedua pahaku dan mengatur posisi k ontolnya tepat diatas lubang n onokku, merendahkan badannya dan bleeesssss....k ontolnya langsung menerobos masuk liang n onokku. "Aaauuhhhh..!" aku melenguh panjang ketika dia menekan kuat dan mulai memainkan pantatnya turun naik. Saat serangan k ontolnya kian gencar, mataku seakan tinggal putihnya kadang mendelik kadang terpejam dengan desisan panjang pendek. Sepertinya dia pingin benar-benar puas menikmati tubuhku setelah yakin walaupun badanku kecil imut-imut tapi punya kemampuan ngesex sangat tinggi. Diangkatnya kaki kiriku kebahunya dan badanku dimiringkan dengan kaki kanan tetap lurus.

 Liang n onokku seakan bertambah terbuka dengan posisi demikian. Dengan setengah berlutut, dimasukannya k ontolnya dalam-dalam keliang n onokku, dan dikocok keluar masuk dengan cepat. Uuhh..uuhh..uuhh.." aku mendesis berulang-ulang menahan serangan k ontolnya. Tangan kananku dengan gesit menggosok-gosok i tilku sambil k ontolnya tetap keluar masuk liang n onokku, membuat aku menjadi liar dan keblingsatan. Kedua bongkahan toket kuremas-remas sendiri dan kepala sebentar-sebentar kuangkat dengan mulut kadang ternganga lebar kadang mendesis tertahan. Puas mengocok dengan posisi demikian, dia mengganti lagi posisi kami. Aku disuruhnya menelungkup dengan pantat sedikit nungging keatas dan paha sedikit mengangkang membuat bibir n onokku kelihatan merekah dan menantang. Dengan posisi jongkok digosok-gosokkannya kepala k ontolnya mulai dari pantat sampai kebibir n onokku, tanganku bergerak cepat kebelakang memegang k ontolnya dan menuntun ketengah n onokku, "Ayo mas." Sambil memegang pantatku, dia mendorong masuk k ontolnya masuk keliang n onokku. Dengan pelan kepala k ontolnya menerobos masuk. Begitu hampir setengah masuk, disentakkannya agak kuat dan..."blessss’..hampir seluruh k ontolnya tenggelam. "Haahh..!" aku menjerit tertahan dengan kepalaku terangkat. Dia mendiamkan sekian detik untuk merasakan denyutan n onokku mencengkeram k ontolnya, baru kemudian dikocoknya maju mundur dengan pelan. Sembari mengocok, tangannya merayap dari belakang menggapai toketku dan mulai meremasnya.

 "Ooouuuhhh...oouuuhhh" aku mendesah berkali-kali ketika k ontolnya mulai membabibuta keluar masuk liang n onokku. Punggungku kadang melengkung kebawah kadang keatas dengan pantat bergoyang kiri kanan membuat dia keblingsatan dan makin kencang menggempur n onokku. Cairan n onokku makin banyak mengalir sampai-sampai turun membasahi biji pelernya. Aku merasakan kegelian dan kenikmatan yang amat sangat seakan menjalar keseluruh syaraf ditubuhku. "Ssshhh..sssshhhh..!" aku mulai bergumam tak keruan mengiringi genjotannya yang tambah menggila. k ontolnya terasa makin keras dan membesar, pertanda dia sudah mulai mencapai puncak kenikmatan. Aku pun demikian kondisinya, badanku bergetar hebat dan tanganku menggapai karuan kiri kanan mencengkeram bantalt. 

"Huuuhhh...hhuuuhhhh..mas..!" aku bagai kesurupan. Dia mencabut k ontolnya dengan tiba-tiba, bergerak duduk diatas ranjang sambil bersandar dikepala ranjang dengan kaki menjulur lurus kedepan setengah terbuka. Aku disuruh duduk diatas pangkuannya dan ..blesss..n onokku menelan semua k ontolnya dan tanpa diminta aku langsung menggenjot cepat. Kami berpelukan rapat, mulut saling berpagutan penuh nafsu, saling mengulum sementara pantatku bergerak histeris memburu puncak kenikmatan yang kian dekat. "Aauuh maas .....aaaahhhhhhh...!" aku sudah hampir dipuncak surga dunia dan sesaat kemudian dia mendorong badanku terlentang. Sekali lagi, dengan sigap dia merubah posisi, tengkurap diatas tubuhku dan menggenjotkan k ontolnya sekuat-kuatnya ke n onokku. Bibir kami kembali saling mengulum sambil berpelukan. Kaki dan tanganku merangkul ketat badannya menahan hentakan-hentakan pantatnya yang mendorong k ontolnya keluar masuk n onokku. Detik demi detik kami rangkuh kenikmatan itu bersama-sama....sampai akhirnya, "Aaaahhhhhhhh....!" aku mengerang panjang mencapai puncak dengan kuku jari tanganku menancap kuat kepunggungnya. "Aaauuuhhhh....Nes !" dia mendesah panjang, ditekannya kuat-kuat berulangkali pantatnya dengan cepat dan pada hunjaman terakhir....blesss....pangkal k ontolnya dan bibir n onokku seakan jadi satu..dan sesaat kemudian..creetttt..crreeetttt... pejunya berhamburan keras memenuhi liang n onokku. "Ooohh..ooohhhh..!" aku menerima terjangannya yang terakhir berbarengan semburan pejunya yang terasa hangat di n onokku. Sungguh nikmat rasanya.

0 komentar:

Poskan Komentar